<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="11364">
 <titleInfo>
  <title>Essai- essai komunikasi dan politik</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Junaidi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Deepubish</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>vi + 101 hlm, 22,8 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sebagai makhluk sosial, manusia tidaklah bisa lepas dari aktivitas komunikasi, walaupun terkadang ada upaya-upaya yang dilakukan agar tidak terjadi komunikasi misalnya saat kita lelah, suntuk dan sedang marah pada seseorang dan kehidupan. Namun, komunikasi tetap telah terjadi dan tidak terhindarkan. Hal ini senada dengan ungkapan yang populer di kalangan ilmuwan komunikasi “we can not not communicate” (kita tidak bisa, tidak berkomunikasi). Ungkapan ini lahir dari sebuah pemikiran bahwa komunikasi sudah terjadi ketika sudah ada komuni[1]kator, ada pesan dan ada komunikate. Komunikator adalah orang yang menyampaikan pesan, komunikate adalah orang yang menerima pesan dan pesan adalah perilaku yang diberi makna. (Perilaku berbentuk verbal/kata-kata dan nonverbal/tersenyum dan lain-lain. Sebagai contoh, ketika kita tersenyum sendirian di ruangan, lalu ada yang melihat dan memaknai senyuman tersebut maka senyuman tersebut sudah menjadi pesan. Ketika ada pesan, maka komunikasi sudah terjadi walaupun tidak terencana).&#13;
&#13;
Buku dengan judul Esai-Esai Komunikasi dan Politik yang sedang ada di tangan pembaca ini sepenuhnya berasal dari tulisan-tulisan yang sudah pernah dimuat di koran/harian Waspada dan koran lainnya. Adapun tujuan dari dibukukan tulisan ini adalah untuk: Pertama, mempermudah mahasiswa dalam mencari bahan bacaan terkait komunikasi dan politik. Kedua, membantu mahasiswa mencari bahan-bahan bacaan yang berhubungan dengan komunikasi politik. Ketiga, merapikan dan mengumpulkan tulisan yang pernah dimuat di koran agar lebih rapi dan mudah serta menjadi arsip yang lebih baik. Keempat, memberikan edukasi pada masyarakat terkait komunikasi dan politik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Komunikasi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Politik</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Essai</topic>
 </subject>
 <classification>302.2</classification>
 <identifier type="isbn">9786230244148</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Hamzah Yaqub Universitas Islam Syekh-Yusuf</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.2 JUN e</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">SR011689</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Hamzah Ya'qub (Sirkulasi)</sublocation>
    <shelfLocator>302.2 JUN e</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_essai-essai_komunikasi_dan_politik.jpeg.jpeg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>11364</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-21 14:29:21</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-03 10:54:02</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>